pariwisata kota probolinggo

Pemkot Probolinggo Akan ‘Jewer’ Pengembang Nakal

  Dibaca : 603 kali
Pemkot Probolinggo Akan ‘Jewer’ Pengembang Nakal
bersihkan tmp
space ads post kiri

* Banyak Pengembang Lakukan Cara Ilegal Menghindari Pajak

Kota Probolinggo, sudah menjadi surga bagi pebisnis properti. Catatan Memo X dalam setahun terakhir, ratusan hektar lahan persawahan, berubah status menjadi kawasan permukiman.

SALAH : komplek perumahan yang dibangun pengembang di Kota Probolinggo

SALAH : komplek perumahan yang dibangun pengembang di Kota Probolinggo (im)

Sayangnya, kemudahan berbisnis di Kota Probolinggo tidak diimbangi sikap tertib administrasi investornya. Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (BPMPP) Kota Probolinggo mengaku, sejauh ini belum mengantongi angka pasti pengembang di kota setempat.

Sisi lain dari tahun ke tahun jumlah kawasan perumahan terus bertambah. Ada dugaan, banyak pengembang berbisnis secara liar dan ilegal untuk menghindari pajak dan aturan main.

“Mereka yang liar kebanyakan pengembang perorangan. Mereka berbisnis tanpa dilengkapi badan hukum yang sah,” ujar Kabid Perizinan pada BPMPP, Muhammad Abbas, Senin (25/1).

Kemungkinan, lanjut Abbas, regulasi 40-60 menjadi momok bagi pengusaha properti. Regulasi 40-60 yang dimaksud adalah 40 persen lahan untuk fasum dan fasos, dan 60 persen untuk permukiman.

Disebutkannya, 40 persen lahan itu nantinya diakuisisi pemerintah, untuk selanjutnya digunakan fasum dan fasos, termasuk RTH di dalamnya.

Sehingga tidak ada klaim oleh pengembang di kemudian hari, karena penyerahannya disertai surat pernyataan dari pengembang.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional