pariwisata kota probolinggo

Daging Sapi Langka

  Dibaca : 272 kali
Daging Sapi Langka
MARTUJU, Ketua Apdasi Kabupaten Probolinggo (gus)
space ads post kiri

* Pasca Berlakunya PPN Terhadap Sapi Impor

Pasca diberlakukannya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap sapi impor, sejumlah pedagang sapi dan pedagang daging sapi di Kabupaten Probolinggo mengeluh. Soalnya kebijakan itu berdampak pada berkurangnya pasokan sapi hidup dan daging sapi.

“Sapi susah didapat sehingga membuat pedagang sapi kelimpungan. Demikian juga pedagang daging, resah karena pasokan daging sapi berkurang,” ujar Ketua Asosiasi Pedagang Sapi (Apdasi) Kabupaten Probolinggo, H Martuju, Kamis (28/1).

Martuju yang juga pedagang daging sapi menambahkan, daging sapi di pasaran mulai langka karena stok sapi berkurang.

Bahkan dampak pemberlakuan PPN bagi sapi impor itu juga berpengaruh terhadap sapi lokal. “Sapi lokal dan daging sapi lokal ikut naik. Akibatnya calon pembeli enggan membeli daging sapi,” ujarnya.

Namun Martuju mengaku, tetap menjual daging sapi lokal dengan harga “lama” yakni, Rp 100.000/kilogram. “Akibatnya saya merugi sekitar Rp 1 juta per hari,” ujarnya.

Disinggung mengapa ia bersedia merugi Rp 1 juta per hari, Martuju punya alasan tersendiri. “Tujuannya agar para pembeli yang sudah langganan ke saya tidak pindah membeli daging ke lapak lain,” ujarnya.

Martuju mengakui, sejumlah anggotanya yang lain juga merugi sekitar 40%, akibat pasokan daging sapi berkurang. Sisi lain yang menjadi andalan anggota Apdasi adalah daging sapi lokal.

Page 1 of 212
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional