pariwisata kota probolinggo

Warga Luruk Kantor Desa

  Dibaca : 371 kali
Warga Luruk Kantor Desa
bersihkan tmp
space ads post kiri

* Dipecat, Perangkat Ngantor Lagi

Manuver mantan perangkat Desa Bulang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Muhammad David Sukarman Saleh yang berdinas lagi di kantor desa setempat berbuah kegeraman warga. Sejumlah warga pun meluruk Kantor Desa Bulang, Rabu (3/2) untuk memprotes tindakan David yang telah dipecat sebagai perangkat desa.

SIAGA: Polisi berjaga-jaga di kantor Desa Bulang, Kabupaten Probolinggo. (mus)

SIAGA: Polisi berjaga-jaga di kantor Desa Bulang, Kabupaten Probolinggo. (mus)

Kepada Memo X, Sulhan (50) warga Desa Bulang mengaku, heran dan keberatan atas masuknya kembali David di kantor desa. Warga Dusun Satu, RT 01 RW 03 itu bersama sejumlah warga akhirnya meluruk kantor desa.

“Kami bermaksud mengklarifikasi kepada perangkat yang ada perihal alasan David kembali ngantor,” ujarnya. Setahu warga melalui perangkat desa dan sejumlah media, David telah dipecat dari jabatannya.

“Karena itu kami heran kok bisa David kembali ngantor. Padahal kami jengkel dengan perilakunya ketika masih menjabat,” ujar Sulhan.

Terpisah David saat dikonfirmasi melalui telepon seluler (ponsel)-nya terkait alasan ngantor kembali, tidak merespon. Dan ketika dihubungi berulang kali, akhirnya ponselnya diangkat seorang wanita yang mengaku tetangga David. Ketika Memo X hendak meminta konfirmasi keberadaannya, perempuan itu mengatakan, David pergi ke Pasuruan.

Sementara Kades Bulang, Nur Hasan mengatakan, saat David tiba di kantor desa, dirinya belum ngantor karena sedang mempersiapkan sejumlah berkas keperluan desa. Dan saat Hasan tiba di kantor, tahu-tahu terlihat puluhan warga yang meluruk kantor desa.

“Saya baru dikabari perangkat kalau banyak warga datang untuk klarifikasi perihal mantan perangkat yang kembali ngantor,” ujar Hasan.

Hasan menambahkan, pihaknya membenarkan telah memecat David sesuai Surat Keputusan Nomor 14/21/611.10/2015 tanggal 22 September 2015. Bagi Hasan, pemecatan terhadap David sudah sesuai prosedur. Yakni melalui surat peringatan pertama (SP 1) hingga surat peringatan ketiga (SP 3), dan ditambah rekomendasi pihak kecamatan dan BPD.

“Saya kalau mecat perangkat sesuai prosedur hukum. Dia (David, Red.) sudah mendapatkan SP hingga tiga kali terkait kinerjanya yang buruk dan melakukan penggadaian lahan milik desa kepada pihak lain,” ujar Kades.

Sementara itu data yang dihimpun Memo X, sejumlah anggota BPD Bulang seperti Mahfud (35), Sumar (40) Sujai (35) Mukhlis (62) Istadi (50) mengakui, sebelum memecat David, Kades Bulang meminta BPD memberikan teguran. Tujuannya agar David bekerja lebih profesional dan tidak melanggar peraturan. Sayangnya, pihak BPD mendapatkan respon kurang baik dari David.

Pantauan di lapangan, setelah aksi ngantor kembali david yang diwarnai kekecewaan warga, sejumlah personel kepolisian dari Polsek Gending serta Satpol PP berjaga-jaga di kantor Desa Bulang.
Sementara itu, Camat Gending, Ridwan berharap aksi David ngantor kembali tidak direspon berlebihan oleh warga. Kades pun diminta untuk menjaga kondusivitas Desa Bulang.

“Saya meminta kepada Kades Bulang untuk menjaga ketentraman warga. Jika ada pihak yang memperkeruh suasana, jangan sampai main hakim sendiri,” ujarnya.

Seperti diketahui David telah mengajukan gugatan terhadap Kades Bulang ke PTUN Surabaya terkait surat pemecatan dirinya sebagai perangkat desa. Dan Selasa (2/2) lalu, PTUN meminta jawaban pembelaan pihak tergugat. Sayangnya, karena pihak tergugat menguasakan perkaranya kepada Sekretaris Desa, Bambang, membuat David kecewa. Akhirnya David bermanuver dengan ngantor kembali, Rabu (3/2).(mus)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional