pariwisata kota probolinggo

Jumlah Penderita DB Meningkat

  Dibaca : 141 kali
Jumlah Penderita DB Meningkat
penderita DB yang dirawat di RSUD Dr. Moh Saleh Kota Probolinggo, penderita DB didominasi anak - anak (sg)
space ads post kiri

* Penderita Didominasi Anak – Anak

Jumlah penderita penyakit demam berdarah di Kota Probolinggo mulai bulan Januari-2016 hingga awal Februari ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding bulan Januari 2015, sehingga adanya peningkatan tersebut penderita DB di Kota Probolinggo dikategorikan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Jumlah penderita DB mulai bulan Januari-2016 hingga 3-Februari yang tercatat di Dinas Kesehatan Kota Probolinggo sejumlah 47 penderita, sedang jumlah penderita DB pada Januari-2015 tercatat 30 penderita dan satu penderita meninggal dunia.

Sementara data yang dihimpun Memo X dari Kantor Dinas Kesehatan Pemkot Probolinggo, Rabo (3/2), di Kota Probolinggo dari 5 Kecamatan terdapat 21 Kelurahan yang merupakan daerah endemis DB, artinya kelurahan tersebut dalam 3 tahun terakhir setiap tahunnya ada penderita DB, sedang 8 Kelurahan merupakan daerah sporadis DB, artinya dalam waktu 3 tahun terakhir terdapat penderita DB, tetapi tidak setiap tahun ada penderita DB.

Terkait dengan peningkatan jumlah penderita DB tersebut Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Probolinggo, Drg. Ninik Irawibawati, Rabu (3/2) dikonfirmasi Memo X mengatakan, sebelumnya pada bulan Desember-2015 untuk mengantisipasi terjadinya penyakit DB pada masyarakat saat musim hujan dibulan Januari – Februari-2016.

“Kami sudah memberikan surat edaran kepada seluruh elemen masyarakat, SKPD juga DPRD untuk mensosialisasikan pencegahan penyakit DB kepada masyarakat,” ungkapnya.

Karena, kata Drg. Ninik Irawibawati lebih lanjut, untuk antisipasi dan pencegahan tidak bisa dilakukan dengan penyemprotan (fogging) saja.

“Namun, lingkungan yang bersih jangan sampai ada air yang menggenang dan ada jementik nyamuk untuk berkembang. Termasuk bak mandi harus dikontrol setiap hari, jangan sampai ada jementiknya, kerja bakti bersih – bersih lingkungan setidaknya dilakukan seminggu sekali,” terangnya.

“Untuk melakukan pencegahan bahkan kami melakukan gerakan setiap satu rumah menggerakkan satu orang untuk memantau satu jementik nyamuk,” pungkas Drg. Ninik. (sg)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional