pariwisata kota probolinggo

Siswa SMAN 7 Surabaya Tewas

  Dibaca : 313 kali
Siswa SMAN 7 Surabaya Tewas
bersihkan tmp
space ads post kiri

* Tenggelam di Kolam Madakaripura

Farhan Nauvaldy (17) siswa SMAN 7 Surabaya yang tenggelam di dasar kolam air terjun Madakaripura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (7/2) lalu, akhirnya ditemukan. Jasadnya ditemukan sekitar 3 km dari lokasi dia tenggelam, Rabu (10/2) pagi sekitar pukul 05.00.

DITEMUKAN: Jasad Farhan, siswa SMAN 7 Surabaya tiba di rumah sakit. (gus)

DITEMUKAN: Jasad Farhan, siswa SMAN 7 Surabaya tiba di rumah sakit. (gus)

Korban ditemukan setelah Tim SAR bersama polisi, personel TNI dan warga mengobok-obok kawasan Madakaripura sejak Minggu lalu. Akhirnya siswa kelas II SMAN 7 Surabaya itu ditemukan di sungai yang bersumber dari air terjun itu.

Pencarian hari pertama, kedua dan ketiga mengalami kesulitan, karena hujan deras terus mengguyur kawasan lereng atas Gunung Bromo. Seperti diketahui, debit air terjun di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo itu membesar jika turun hujan di kawasan atas sehingga membahayakan tim pencari.

“Saat ditemukan, jenasah Farhan tersangkut di akar pohon yang tumbuh sekitar sungai,” ujar Kapolsek Lumbang AKP Mustaji, Rabu (10/2). Diduga jasad korban terbawa arus air di bagian hulu sungai.

Sementara pihak keluarga korban setelah mengetahui jasad Farhan ditemukan, terlihat syok. Jasad remaja itu kemudian dievakuasi ke RSU Tongas, Kabupaten Probolinggo. “Di rumah sakit, jasad dimandikan dan diotopsi luar,” ujar Mustaji.

Pagi itu juga jenasah Farhan langsung dibawa ke Surabaya untuk dimakamkan. Sebelumnya, Minggu (7/2) petang lalu sekitar pukul 16.30, sebanyak 10 pelajar SMAN 7 Surabaya, termasuk Farhan, mengunjungi Madakaripura. Diduga karena tidak bisa berenang dan kedinginan, Farhan tenggelam di dasar kolam air terjun sedalam sekitar 7 meter itu. Tim SAR dan warga setempat berusaha mencari Farhan.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, Minggu sore sekitar pukul 16.00, sebanyak 10 pelajar SMA itu tiba di lokasi Madakaripura. Mereka sempat makan-minum di warung Bu Rina di kawasan Madakaripura sekitar 30 menit.

Pemilik warung sempat mengingatkan, agar para pelajar itu tidak mengunjungi air terjun di sore hari karena rawan saat hujan. Tetapi ke-10 pelajar itu tetap memasuki kawasan air terjun utama.

Bahkan empat pelajar SMAN 7 itu sempat nyemplung di pinggir kolam air terjun. Karena kedinginan, dua pelajar kemudian mentas dari kolam. Sementara Farhan dan Bergas masih berendam di pinggir kolam air terjun.

Beberapa saat kemudian, Farhan sempat mengaku, kedinginan dan memeluk Bergas dari arah belakang. Bergas mengira, temannya itu hanya bercanda saat memeluknya. “Saya mengira dia (Farhan–red) bercanda, makanya kedua tangannya saya tepis,” ujar Bergas.(gus)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional