pariwisata kota probolinggo

Sulap Daun Jadi Pupuk

  Dibaca : 276 kali
Sulap Daun Jadi Pupuk
PUPUK: Jaki berdiri dekat tumpukan pupuk yang berasal dari dedaunan. (mus)
space ads post kiri

* Dijual Murah, Bahan Baku Tak Beli

Dedaunan yang bagi sebagian orang tidak berguna. Tetapi di tangan Jaki, warga asal lumajang, sampah dari daun yang gugur memiliki nilai tambah secara ekonomis.

Kepada Memo X, pemilik usaha Jack Flora yang sehari-hari mangkal di sisi timur gedung Gelora Merdeka Kraksaan mengungkapkan, musim hujan menjadi berkah baginya. Soalnya, proses pembuatan pupuk dari dedaunan berlangsung lebih cepat.

“Kalau musim hujan proses pembuatan pupuk dari dedaunan butuh waktu seminggu. Sisi lain kalau musim kemarau membutuhkan waktu hingga sepuluh hari,” ujar pria pecinta alam ini, Selasa (16/2).

Jaki menambahkan, ia sudah enam tahun memproses dedaunan menjadi pupuk untuk tanaman hias miliknya. Namun, karena pupuk yang ia hasilkan melebihi kebutuhan, ia akhirnya tidak segan menjual hasil pupuk buatannya tersebut.

Pupuk seberat 60 kg pupuk produksi Jaki dijual dengan harga Rp 20 ribu. Sedangkan di pasaran, harga pupuk per 40 Kg dijual lebih mahal Rp 20-25 ribu.

“Saya jual lebih murah dibandingkan di pasaran karena bahan utama seperti dedaunan tidak usah membeli,” ujarnya.

Jaki menceritakan proses pengolahan dedaunan menjadi pupuk. Terlebih dahulu ia memilah antara dedaunan dan ranting pohon. Hal tersebut dilakukan agar proses perubahan daun menjadi pupuk berjalan lebih cepat.

“Syukurlah, musim hujan yang datang menjadi berkah karena bisa mempercepat proses fermentasi dedaunan menjadi pupuk,” pungkasnya.

Terpisah, Ahmad (40), warga Desa Krejengan, Kecamatan Krejengan mengungkapkan, biasa membeli pupuk alami dari dedauanan milik Jaki untuk keperluan tanaman miliknya.

“Saya lebih suka mengunakan pupuk alami karena lebih murah dan hasilnya cukup bagus,” terangnya. (mus)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional