pariwisata kota probolinggo

Dikeluhkan, Pedagang Buah di Pantura

  Dibaca : 397 kali
Dikeluhkan, Pedagang Buah di Pantura
space ads post kiri

Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan buah-buahan di sepanjang jalan Pantura, Kabupaten Probolinggo dipersoalkan sejumlah pihak.

Selain dinilai merugikan pedagang resmi di pasar-pasar tradisional, para PKL bermobil pikap, sepeda motor, dan motor roda tiga itu dianggap mengganggu arus lalulintas.

Mereka berjualan buah-buahan yang sedang musim seperti, rambutan, salak, alpukat, hingga buah naga. Jalur Pantura yang dicokoli PKL bermotor itu di anaranya, di Kecamatan Dringu, Pajarakan, Kraksaan, hingga Kecamatan Paiton.

Karena berjualan di bahu jalan, keberadaan mereka bisa mengganggu arus lalulintas. “Bahkan ada pedagang buah yang berjualan berhimpitan dengan badan aspal sehingga membahayakan dirinya dan orang lain,” ujar Sundari, pengendara motor asal Kecamatan Besuk.

Apalagi jalur jalan nasional itu dilewati kendaraan-kendaraan besar seperti truk gandeng dan bus. “Tentu berisiko tinggi berjualan di bahu jalan nasional yang banyak berseliweran kendaraan besar,” ujar Arif, warga Kraksaan.

Sebenarnya tidak hanya di kawasan Kabupaten Probolinggo, yang “ditumbuhi” PKL bermotor. Di sejumlah jalan protokol di Kota Probolinggo seperti Jl. Soekarno-Hatta, Jl. Panglima Sudirman, Jl. Tjokroaminoto, dan Jl. Mastrip juga ditempati PKL buah-buahan.

“Mumpung lagi musim salak di Lumajang, saya kulakan di sana, saya jual di Probolinggo,” ujar seorang pedagang salak di Jl. Tjokroaminoto. (gus)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional