pariwisata kota probolinggo

Motif Batik Probolinggo Angkat Potensi Daerah

  Dibaca : 380 kali
Motif Batik Probolinggo Angkat Potensi Daerah
bersihkan tmp
space ads post kiri

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Probolinggo, Heri Sulistyanto, melalui Kepala Bidang Keswadayaan Masyarakat, Taufik Alami mengatakan motif batik di kabupaten setempat mengangkat potensi daerah.

Motif Batik Probolinggo

Motif Batik Probolinggo

“Motif batik khas harus melambangkan seni, budaya, dan tradisi masyarakat Probolinggo, sehingga melalui batik, nama Kabupaten Probolinggo dapat dikenal luas,” tuturnya di Probolinggo, kemarin.
Menurut dia, pihaknya berusaha mengangkat potensi batik khas daerah, sehingga untuk mewujudkan hal itu dibentuk kelompok-kelompok batik di Kabupaten Probolinggo.

“Baru tiga kelompok batik yang bisa dibentuk yakni Batik Prabulinggih di Desa Bulujaran Lor-Kecamatan Tegalsiwalan, Desa Rengganis dan Desa Jatiurip di Kecamatan Krejengan, dan Laweyan Asri Desa Muneng Leres-Kecamatan Sumberasih,” tuturnya.

Dari tiga kelompok batik tersebut, lanjut dia, lahirlah beberapa kelompok batik lain seperti Batik Senandung Bromo Dringu, Batik Marwi Paiton, Batik Balqist Maron, Pasir Berbisik Sukapura dan Joko Seger Sukapura.

“Motif batik diharapkan memiliki makna dan mempunyai cerita, sehingga tidak hanya sekedar motif saja,” katanya.

Ia mengatakan pemberdayaan rumah tangga miskin melalui batik tulis sudah dilakukan para pengusaha batik, salah satunya Batik Tulis Dewi Rengganis di Desa Jatiurip yang membuat terobosan mengangkat legenda rakyat, budaya dan keindahan Kabupaten Probolinggo.

“Pemberdayaan rumah tangga miskin melalui usaha batik akan memudahkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam memfasilitasi hak paten, hak merk, dan hak cipta sehingga motif yang ada di Kabupaten Probolinggo akan terlindungi,” paparnya.

Saat ini, lanjut dia, pasar batik sudah mulai diperhitungkan para peminat batik, apalagi motif batik Kabupaten Probolinggo sudah terdaftar dalam batik khas Jawa Timuran.

“Saat ini para pengusaha batik mulai bersemangat dalam menghasilkan karya dan inovasi dalam membuat motif batik, bahkan Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari selalu memakai batik khas Kabupaten Probolinggo dalam berbagai kegiatan resmi,” katanya.

Ia berharap para pengusaha batik tulis membuat motif yang mampu mengangkat potensi daerah, sehingga dengan banyaknya pengusaha batik, maka akan mengurangi angka kemiskinan.(*)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional